Tim putra dan putri tuan rumah berada dalam kondisi berbeda. Itu tecermin dari hasil undian putaran final Piala Thomas dan Uber, yang berlangsung di Studio 1 Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (12/3).
Seberapa besarkah peluang kita?
Perebutan supremasi bulutangkis beregu putra-putri dunia ini akan berlangsung 11-18 Mei di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Dari hasil undian yang disiarkan secara langsung itu, sudah tergambar bagaimana perjalanan Tim Merah-Putih kelak. Hadir pada acara itu di antaranya adalah legenda bulutangkis Tan Joe Hok, Stuart Borrie, Sekjen BWF, dan Direktur Trans Corp, Ishadi S.K.
Perjuangan tim Uber Indonesia berdasarkan hasil undian bisa dibilang lebih berat dibanding tim Thomas. Taufik Hidayat dkk., yang diunggulkan di posisi kedua, terhindar dari Jepang dan Korea di penyisihan grup. Berdasarkan undian, Indonesia berada di Grup D bersama Jerman dan Thailand.
Juara bertahan Cina berada di grup enteng bersama Kanada dan Nigeria di Grup A. Malaysia harus bertarung lebih awal di kelompok maut melawan Korea dan Inggris di Grup B. Pada Grup C bergabung Denmark, Jepang, dan Selandia Baru.
“Kami juga tak mau anggap remeh. Ini kuncinya. Thailand punya tunggal dan ganda yang cukup bagus,” ucap Lutfi Hamid, manajer tim Thomas.
Oleh PB PBSI, tim Thomas ditargetkan masuk final. Lutfi, yang juga sempat menyaksikan permainan pemain lawan di All England Super Series, pekan lalu, menyebut Cina unggul satu tingkat dibanding tim lain.
Namun, dari hasil undian tersebut, jalan ke perempatfinal di atas kertas bisa dilalui dengan mulus seandainya kita menjadi juara grup. Lalu untuk ke semifinal, Indonesia bakal bertemu pemenang antara peringkat kedua Grup B, yang bakal diduduki Malaysia atau Korea Selatan, melawan peringkat ketiga Grup A, yang sangat mungkin diraih Nigeria.
Piala Uber
Sementara itu, tim Uber harus melewati hadangan Jepang dan Belanda jika ingin langsung lolos ke perempatfinal. Ini tentu perjuangan tak mudah sebab kedua lawan juga memiliki kemampuan merata.
Dari daftar unggulan yang dikeluarkan BWF, Jepang menduduki peringkat dua, di bawah juara bertahan Cina. Kekuatan Belanda, yang akan bertumpu pada Yao Jie dan Judith Meulendijks, juga tak bisa dianggap ringan.
Namun, menurut Susy, jika bergabung dengan grup lain perjuangan tim Uber malah bisa lebih berat. “Dilihat dari kesempatan, justru tim Uber lebih berpeluang dibanding kalau berada di grup lain,” tutur Susy.
“Hasil di All England lalu memang bukan ukuran mutlak karena Piala Uber kejuaraan beregu.
Jika gagal menjuarai grup, setiap tim masih punya peluang untuk melaju ke perempatfinal. Syaratnya mereka harus menang di pertandingan play-off lawan peringkat dua atau tiga dari grup lain.
Sejak dipertandingkan secara resmi tahun 1949, Indonesia telah menggenggam 13 kali Piala Thomas, terakhir tahun 2002 di Guangzhou. Untuk Piala Uber, kita tiga kali merebutnya, yaitu tahun 1975 dan 1994 di Jakarta serta 1996 di Hong Kong.
Rencananya tim Thomas-Uber bakal melakukan pertandingan simulasi pada 28-29 Maret di Batam.
PEMBAGIAN GRUP
———————————
Thomas
A: Cina, Kanada, Nigeria
B: Malaysia, Korea, Inggris
C: Denmark, Jepang, Selandia Baru
D: Indonesia, Jerman, Thailand
Uber
A: Cina, Jerman, Amerika Serikat
B: Korea, Hong Kong, Afrika Selatan
C: Malaysia, Denmark, Selandia Baru
D: Jepang, Indonesia, Belanda